akhirnya aku ke dokter gizi juga. Aku tidak bisa berbohong kalau aku mendapat kelegaan luar biasa karena dua orang ahli di bidang gizi dan berat badan dengan jelas mengatakan "tidak ada yang salah dari tubuh anda, berat badan anda masih normal, hanya kelebihan 5 kilo, yang mana sangat wajar bagi pengkonsumsi obat penyeimbang hormon. Ada yang jauh lebih buruk dan mereka semua tidak mati sengasara hanya karena kelebihan berat badan sekitar 50 kilo"
cukup melegakan...
bahkan aku tidak diberi terapi diet atau mengkonsumsi obat pengurus yang kalau kamu telat meminumnya, maka kepastian kebenaran berat badan kamu akan naik 3 kali lipat sama dengan kebenaran kalo wakil presiden indonesia sekarang adalah Boediono.
yang bilang badanku menjurus cutbray hanya si mama tercinta yang ngeri waktu lingkar perutku naik sekitar 2 sentimenter.
menurut mama, hal itu sama mengerikannya dengan isu kiamat tahun 2012.
padahal naik 2 sentimeter menurut sebagian besar orang, sama tidak bergunanya dengan menyiram dua gelas air putih ke samudera pasifik.
orang tidak akan melihat adanya kenaikan permukaan air setinggi nol koma sepersekian inchi yang mungkin akan membuat orang-orang greenpeace kembali berunjuk rasa tentang bahaya global warming.
demi Tuhan...
itu hanya dua sentiiii...
aku segera melaporkan berita bahagia ini ke si mamah, dengan tidak lupa mengatakan ulang semua yang dibilang dokter gizi
"badan anda normal, sangat normal, masih bisa pakai baju ukuran S berarti nggak ada masalah, pinggang anda masih berbentuh, kaki masih bagus, lengan normal, perut menjurus kedepan itu karena faktor genetik. Apa perut ibu anda demikian?"
kalimat terakhir si dokter agaknya membuat mama sedikit kaget.
maka dengan tingkat kehalusan seperti biasanya, dia menjawab "jangan terlalu percaya mulut manis dokter, dia bilang kayak gitu karena nggak mau kamu stress aja"
sempurna.
singkat, dan cukup membuatku menyesal setengah mati sudah membuang 100 ribu terakhirku untuk berkonsultasi ke dokter gizi yang dianggapnya cuma 'tidak ingin membuatmu stress'
ada perasaan, kalau tidak ingin aku kesana, kenapa terus memojokanku dengan masalah dua senti itu...
aku tidak bohong, aku lega karena si dokter gizi itu tidak kelihatan seperti pembohong yang takut kalau2 aku akan ngamuk2 sampai berbusa ditempat prakteknya kalau dia bilang "anda kena obesitas, berat badan anda naik 5 kg, dan lingkar perut anda sama sekali tidak normal, saya biasa menemukan kasus seperti ini pada gajah hamil yang kena sakit gondong di selurub badan, saya tidak akan memberi anda obat apa2 kecuali arsenik kalau2 anda ingin bunuh diri"
tidak.
tampangnya sungguh2 dan malah terkesan 'ya ampun nona kuntil...anda ini membuang waktuku sekali, masalah begini saja sampai harus ke dokter gizi...wtf'
aku berpendapat demikian karena si dokter gizi dengan terang2an bilang, "yang harus diperbaiki adalah cara berpikir anda, jangan melulu memandang kalau anda ini gendut, itu justru menyiksa, karena saya yakin tidak ada orang lain yang berpendapat demikian kecuali dia terbiasa hidup dengan orang2 anoreksia"
melegakan sekali bukan.
aku sampai ingin permisi dari ruang prakteknya sebentar dan mengecek kalau2 aku salah masuk ruangan, ini ruang konsultasi gizi atau psikolog?? kenapa bijak sekali si dokter itu bicara. Yah, itu setimpal dengan harga konsultasi yang bikin aku kere 2 minggu setelahnya.
dari sebuah buku yang aku baca, penulisnya bilang "mau berat badan yang seperti apa? model2 di eropa? apa kamu tau kenapa mereka semua kurus2? itu karena para desainer itu homo!! mereka tidak mau ada tonjolan di dada dan pantat untuk semua baju rancangan mereka. Jadi mereka menetapkan standar sialan itu, kalau semua model harus kurus sekurus-kurusnya, karena wanita berisi tidak membuat para desainer tadi suka, itu sebabnya mereka diskriminatif dan hanya membiarkan para model laki-laki yang boleh berbadan besar"
aku tergelak membaca buku itu, teorinya tolol sekali.
tapi itu membuat nyaliku bangun. tidak ada yang salah dengan berat badan, bahkan kalaupun itu menjurus ke arah yang lebih buruk, misalnya dari cutbray jadi daster kupu-kupu, itu tetap bukan masalah, selama kamu tetap menjadi dirimu sendiri.
masalah berat badan tidak mungkin menyakiti kamu sampai membuatmu ingin bunuh diri. Bahkan seorang ahli gizi saja tetap berpendapat bahwa 'cara berpikir' adalah kunci untuk mengatasi itu semua, maka kenapa tidak mulai mencoba untuk mengatakan pada dirimu sendiri bahwa kamu cantik, menarik, dan pantas memakai baju apapun yang kamu mau?
Jumat, 04 Desember 2009
nggak mosting, cuma kirim pesen aja ke si om
Genta Maghvira 04 Desember jam 15:33
ooooooooommmmmmmmmm....u wont believe what kind of movie i watched. that was totaly DISASTER...
harusnya aku udah nyadar ya, dateng mepet2 pas film mo diputer, temen cuma bilang "M4 studio 4, kita semua udah masuk, kamu nyusul aja kalo emang telat" dengan perasaan innocent, aku masuk aja gitu ya...
sama sekali nggak liat poster judul film sebelum masuk XXI.
pas udah masuk, jeng jeeeeeeeng!!! cekressss....ada break ada kit kat!
ada jepit pengen dikepret! ternyata felemnya. NEW MOON dooooooooong!!!!!
wedaaannn....pengen telpon ambulan biar bisa segera diselamatkan sebelum kejang2 sampe mulut berbusa gara2 baru 10 menit film aja, vampire-nya udah lebaaaaaaayyyy bgt!!
jadi itu tuh cerita sejenis vampire kebanyakan make bedak, which is bikin muka dia jadi kaya pemain kabuki, padahal jelas2 lehernya item (wooooiiii itu make up artisnya nggak pernah kenal Etik Karunia gitu??? just tell my mom gitu lhoooh!!), nah si vampire ini usianya 109 tahun dan pedofilia, karena dia folinlop sama cewek najis yang horny-an berumur 18 tahun.
ya ampuuuun itu cewek....(nggak tau ya namanya siapa, lupa. bela, isabela ato ambrela, pokoknya lalalala gitu deh) masak ya, dikit2 maunya sama edward cullun (nama si vampir), dikit2 minta cium, dikit2 minta digigit aja biar bisa hidup abadi sama si edward, oh come oooonnnnn....
udah gitu, sepanjang 2,5 jam (yang menyiksaku abis2an, tapi terpaksa harus keliatan eksaitit karena adik temen aku sukaaaaaaaaaaa bgt sama ni felem) isinya tuh cuma kisah cinta lebay dengan perkara yang mengada-ada. Menonton film ini bikin sinetron TERSANJUNG kayaknya patut dapet oscar. Jelas ya...ni felem, gileeeeeeeeeeee garing abis!!
pas ulang tahun si cewek, tangannya tuh luka, nah vampir kan haus darah gitu ya, jadinya temennya si edward mau nerkam dia gitu, tapi sama si edward, si cewek lebay ini di dorong menjauh biar nggak sampe diterkam (sumpah, aku berharap ni cewek dibikin mampus aja waktu adegan dorong2an itu) nah jadinya si edward ngerasa bersalah sama si lebay, dia bilang "i cant protect u, i wont be with u again, i gotta go, and u will be just fine without me"
oh come on....109 tahun gitulooooh...masak cuma karena masalah kaya gitu aja jadi lebay!!
nah si cewek lebaynya depresi, dari oktober-desember, dia cuma bisa nulis email sama Alice (yang ini cakep bgt, kakaknya si edward) dia kayak nyeritain hari2nya tanpa edward gitu, semacam diary. soalnya semua keluarga edward cullun pergi entah kemana.
anehnya, ni cewek pake MacBook, which is, dia ngerti internet dong, dan pastinya dia tahu apa itu HANDPHONE, benda yang sangat lazim di BEC. tapi dia tuh nggak nelpon edward, ya ampuuuun 2009 gituloooh....kalo emang tu cowok pergi, ya nggak usah nangis, kan masih bisa sms-an, BB-an kek...ya ampun...idiot has no limit gitu ya?
udah gitu, dia ketemu lagi sama cowok, namanya jacob, nah jacob ini manusia serigala gitu deh (heran ya, yang mau sama ni cewek kok sebangsa vampir sama werewolf gitu...nggak ada "manusia" nya) si werewolf ini juga lebay. sepanjang film, cuma pake celana pendek doang, kencan, makan, (tapi anehnya tidur pake kaos) sama JJS, semuaaaa cuma berkancut.
agak2 gimanaaaa gitu ya liatnya, masalahnya kawanan werewolves itu jadi keliatan kaya iklan celana lepis.. pake jins kecil kemana-mana.
mana ya, pas tu cewek jatuh dan paling palanya kebentur aja, ni werewolf sampe buka baju demi ngusap palanya. ya ampuuun eksibis..
pas dia juga harus ninggal ceweknya gara2 sebagai werewolf mungkin dia bisa mengancam jiwa si cewek secara kontinyu, si jacob bilang "i have to go...its not about you...its about me..." ampuuun...dengan badan sekeren itu, se martabak itu, secakep itu, harusnya dia bisa bilang apaaa gitu, bahasa perpisahan yang lebih fesyenebel...bukan kata2 mutiara jaman ida iasha masih eksis kayak gitu!.
harusnya kan vampir kebakar ya kena sina matahari, nah ini, si edward, waktu buka baju siang2, badannya dia nggak kebakar, ato minimal berasap, tapi sparkliiiing doooong... ya ampuuun...ini vampir apa putri duyung siiih...
beneran deh, sepanjang 2,5 jam, anda akan disiksa dengan parade pria berkancut, vampir lebay (yang nggak bisa ngomong apa2 selain ai laf yu) dan cewek ababil (abg labil) yang akan merusak pencernaan anda secara permanen kalo sampe anda menonton film ini. ahahahaha....
aduuuh om...kirain mo nonton ninja assasin...
mana di dalem bioskop, dikit2, anak2 SMA pada treak2 "KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA edward ganteeeeeeeeeeeng"
dem!
kenapa ya judulnya nggak come moon...bukan new moon. bukan bulan baru, tapi "datang bulan" aja gtu... abis lebay, persis cewek kalo lagi PMS.
hehehehe...
maaf ya om ni pesennya kepanjangan, jangan bilang sapa2 ya, mamah doyan new moon juga soalnya, ntar aku bisa dikata2in "selera rendah, dikasih new moon nggak masuk, giliran film di indosiaaar aja nontoon..." lagi, hehe... tapi aku nggak suka juga film2 di indosiar,soalnya kalo pergi2 jagoan-nya suka pake burung elang, kan aku sukanya cowok yang naik ducati, hahahahaha...
tadinya mo lewat ceting di fesbuk aja ngomongin ininya, tapi nggak tau kenapa tadi aku PM kok nggak mau masuk, yowes tak tulis neng kene wae...hehe
kapan2 steak yoooo!!!!
ooooooooommmmmmmmmm....u wont believe what kind of movie i watched. that was totaly DISASTER...
harusnya aku udah nyadar ya, dateng mepet2 pas film mo diputer, temen cuma bilang "M4 studio 4, kita semua udah masuk, kamu nyusul aja kalo emang telat" dengan perasaan innocent, aku masuk aja gitu ya...
sama sekali nggak liat poster judul film sebelum masuk XXI.
pas udah masuk, jeng jeeeeeeeng!!! cekressss....ada break ada kit kat!
ada jepit pengen dikepret! ternyata felemnya. NEW MOON dooooooooong!!!!!
wedaaannn....pengen telpon ambulan biar bisa segera diselamatkan sebelum kejang2 sampe mulut berbusa gara2 baru 10 menit film aja, vampire-nya udah lebaaaaaaayyyy bgt!!
jadi itu tuh cerita sejenis vampire kebanyakan make bedak, which is bikin muka dia jadi kaya pemain kabuki, padahal jelas2 lehernya item (wooooiiii itu make up artisnya nggak pernah kenal Etik Karunia gitu??? just tell my mom gitu lhoooh!!), nah si vampire ini usianya 109 tahun dan pedofilia, karena dia folinlop sama cewek najis yang horny-an berumur 18 tahun.
ya ampuuuun itu cewek....(nggak tau ya namanya siapa, lupa. bela, isabela ato ambrela, pokoknya lalalala gitu deh) masak ya, dikit2 maunya sama edward cullun (nama si vampir), dikit2 minta cium, dikit2 minta digigit aja biar bisa hidup abadi sama si edward, oh come oooonnnnn....
udah gitu, sepanjang 2,5 jam (yang menyiksaku abis2an, tapi terpaksa harus keliatan eksaitit karena adik temen aku sukaaaaaaaaaaa bgt sama ni felem) isinya tuh cuma kisah cinta lebay dengan perkara yang mengada-ada. Menonton film ini bikin sinetron TERSANJUNG kayaknya patut dapet oscar. Jelas ya...ni felem, gileeeeeeeeeeee garing abis!!
pas ulang tahun si cewek, tangannya tuh luka, nah vampir kan haus darah gitu ya, jadinya temennya si edward mau nerkam dia gitu, tapi sama si edward, si cewek lebay ini di dorong menjauh biar nggak sampe diterkam (sumpah, aku berharap ni cewek dibikin mampus aja waktu adegan dorong2an itu) nah jadinya si edward ngerasa bersalah sama si lebay, dia bilang "i cant protect u, i wont be with u again, i gotta go, and u will be just fine without me"
oh come on....109 tahun gitulooooh...masak cuma karena masalah kaya gitu aja jadi lebay!!
nah si cewek lebaynya depresi, dari oktober-desember, dia cuma bisa nulis email sama Alice (yang ini cakep bgt, kakaknya si edward) dia kayak nyeritain hari2nya tanpa edward gitu, semacam diary. soalnya semua keluarga edward cullun pergi entah kemana.
anehnya, ni cewek pake MacBook, which is, dia ngerti internet dong, dan pastinya dia tahu apa itu HANDPHONE, benda yang sangat lazim di BEC. tapi dia tuh nggak nelpon edward, ya ampuuuun 2009 gituloooh....kalo emang tu cowok pergi, ya nggak usah nangis, kan masih bisa sms-an, BB-an kek...ya ampun...idiot has no limit gitu ya?
udah gitu, dia ketemu lagi sama cowok, namanya jacob, nah jacob ini manusia serigala gitu deh (heran ya, yang mau sama ni cewek kok sebangsa vampir sama werewolf gitu...nggak ada "manusia" nya) si werewolf ini juga lebay. sepanjang film, cuma pake celana pendek doang, kencan, makan, (tapi anehnya tidur pake kaos) sama JJS, semuaaaa cuma berkancut.
agak2 gimanaaaa gitu ya liatnya, masalahnya kawanan werewolves itu jadi keliatan kaya iklan celana lepis.. pake jins kecil kemana-mana.
mana ya, pas tu cewek jatuh dan paling palanya kebentur aja, ni werewolf sampe buka baju demi ngusap palanya. ya ampuuun eksibis..
pas dia juga harus ninggal ceweknya gara2 sebagai werewolf mungkin dia bisa mengancam jiwa si cewek secara kontinyu, si jacob bilang "i have to go...its not about you...its about me..." ampuuun...dengan badan sekeren itu, se martabak itu, secakep itu, harusnya dia bisa bilang apaaa gitu, bahasa perpisahan yang lebih fesyenebel...bukan kata2 mutiara jaman ida iasha masih eksis kayak gitu!.
harusnya kan vampir kebakar ya kena sina matahari, nah ini, si edward, waktu buka baju siang2, badannya dia nggak kebakar, ato minimal berasap, tapi sparkliiiing doooong... ya ampuuun...ini vampir apa putri duyung siiih...
beneran deh, sepanjang 2,5 jam, anda akan disiksa dengan parade pria berkancut, vampir lebay (yang nggak bisa ngomong apa2 selain ai laf yu) dan cewek ababil (abg labil) yang akan merusak pencernaan anda secara permanen kalo sampe anda menonton film ini. ahahahaha....
aduuuh om...kirain mo nonton ninja assasin...
mana di dalem bioskop, dikit2, anak2 SMA pada treak2 "KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA edward ganteeeeeeeeeeeng"
dem!
kenapa ya judulnya nggak come moon...bukan new moon. bukan bulan baru, tapi "datang bulan" aja gtu... abis lebay, persis cewek kalo lagi PMS.
hehehehe...
maaf ya om ni pesennya kepanjangan, jangan bilang sapa2 ya, mamah doyan new moon juga soalnya, ntar aku bisa dikata2in "selera rendah, dikasih new moon nggak masuk, giliran film di indosiaaar aja nontoon..." lagi, hehe... tapi aku nggak suka juga film2 di indosiar,soalnya kalo pergi2 jagoan-nya suka pake burung elang, kan aku sukanya cowok yang naik ducati, hahahahaha...
tadinya mo lewat ceting di fesbuk aja ngomongin ininya, tapi nggak tau kenapa tadi aku PM kok nggak mau masuk, yowes tak tulis neng kene wae...hehe
kapan2 steak yoooo!!!!
Minggu, 15 November 2009
Sebuah tulisan di pantat truk: Tak seburuk yang kau duga
Jadi ceritanya, saya lagi nggak PD sama bentuk tubuh. Berhubung saya cantik, jadi kalo makan kebanyakan, suka mendadak gembul gituh... (akahakahahakhkahka...asa teu nyambung) yup, badan saya sedang menjurus Cutbray sekarang. Dari arah perut sampe jempol, agak gede gitu...ahahahahaha.
sebenarnya bukan karena banyak makan juga, secara anak kos...nggak mungkin bgt bisa makan sehari 7 kali. Tapi karena ada kista, jadi mesti sering-sering minum obat penyeimbang hormon gitu, jadi weh, endut. Perasaan makan juga nggak banyak-banyak amat (asli ini mah!) cuma badan tuh cepet gila melarnya. Tadinya mo di stop aja, cuma sakit, apalagi kalo lagi mo "dapet bulanan" (dapet bulanan ----> disini maksudnya bukan gajian sodara2!!) wadoooooh itu mah pernah sampe pingsan saking nggak nahannya.
Nah, berhubung saya jarang pulang, orangtua dirumah agak surprise waktu saya pulang kemaren. Padahal mah ya, kata temen2 saya "segitu mah nggak lebar kali, lo nya aja yang ribet!" tapi, nggak begitu dengan mama saya, dia dengan sarkasme nya komen sana sini soal bentuk badan.
sekali, oke lah...
dua kali, masih bisa diterima...
tiga kali, oh come on, inikan efek obat hormon nya! mau anaknya di operasi lagi?!
empat kali, "mah balik bandung dulu ya, udah puas ah liburannya" alias, "kuping saya udah cukup panas"
oke, saya tau, maksud mama saya baik
dia pengen anak sulungnya ini benar2 menjadi "perempuan" yang anggun, dan nggak serampangan. Satu hal yang dia inget2 adalah waktu saya pake kebaya dan maksa buat lari-lari, juga cara jalan saya yang menurut dia "maskulin abis!"
wajar kali ya, secara dia seorang ibu yang mulai deg2an dengan tingkat pasaran saya. Secara banyak dari temen2 saya yang udah dengan memuakkannya "jadi sarjana, kerja, dan bentar lagi merit"
saya tau dengki itu dilarang, tapi....ku bukan superstar, kaya dan terkenal... (ahahahaha apaaa seeeh) maksudnya, tapi...aku kan manusia biasa ya, yang pastiny sentimen juga kalo liat yang kayak gitu. Jadi inget masa2 keemasan dulu waktu SMP, SMA, kok kayaknya semua serba gampang, sekarang beeeeuuuh...buat bisa lulus aja setengah mampus.
dari sekian banyak hal itu, saya merasa minder dengan diri saya sendiri.
Untuk pertama kalinya, saya merasa kalah. Nggak cuma di satu bidang, tapi di banyak bidang. Saya kayak nggak punya apa-apa lagi yang bisa dibanggain. Nggak kayak si anu, nggak kayak si itu. Gituuuu terus, Sampe saya sebel sama anu dan itu.
Tipikal orangtua saya adalah tidak menunjukan rasa sayang mereka dengan gamblang malah kadang cenderung menghakimi untuk kesalahan2 kecil.
saya tau, itu tindakan preventif orang tua kepada anak, ibarat kata, kalo salah kecil aja saya dapet omelannya sampe begitu, apalagi kesalahan besar. Makanya, watch ur move!!
dan membuat saya secara tidak langsung berdiri pada sebuah kompetisi sosial bahwa si anu sudah begini, si itu sudah begitu dan saya tetap ada di level tengah (mundur enggak, maju juga jauh) adalah dengan maksud, mengajarkan saya kalau saya ini nggak lebih baik dari orang lain. Di atas langit masih ada langit, gitulah bahasa agama-nya.
berhubung anak pertama, saya inderectly, diminta untuk jadi pribadi contoh. Buat adik-adik saya nanti, dan untuk bisa bertahan sekuat-kuatnya saat saya harus menghadapi kenyataan paling menyebalkan dalam hidup: nggak dapet apa yang saya mau.
tapi kadang saya merasa sendirian kalo lagi "diajarin" seperti itu.
saya punya banyak alasan untuk menjadi seperti sekarang. Saya nggak dengan seenaknya menjadikan diri saya jadi seperti ini. Jadi telat daftar sidang, jadi agak tumbuh melebar, jadi single (saya piliha kata "single" karena itu bermakna "pilihan" daripada "jomblo" single itu pilihan, jomblo itu korban keadaan)jadi tetap berada di indonesia meski banyak dari temen saya udah terbang entah kemana tau.
siapa sih yang mau kayak gitu?
tapi inilah hidup, ini bukan surga. Saya harus bisa jadi sekreatif yang saya bisa, bikin yang asem ini jadi enak. Meski kadang, saya menangis sendirian.
Kadang itu lebih menyakitkan, saat kita harus dengan sisa-sisa tenaga terakhir, masih harus berdiri cuma biar keliatan kuat di depan orang lain. Kadang sangat menyebalkan, saat kita yang udah nyata2 kalah secara memalukan, masih harus senyum dan ngasih selamat ke pihak yang menang. Kadang sangat pengen bunuh diri, waktu kita menyadari kalo kita nggak terlahir sebagai Johny Depp ato Kate Winslet.
tapi bukannya proses menyakitkan, menyebalkan, dan pengen bunuh diri itu yang sebenarnya menguatkan kita? karena sesuatu yang tidak bisa membunuh kita, justru akan bikin kita jadi semakin kuat.
karena ternyata kita masih bisa hidup walo berdiri sempoyongan, masih bisa menjabat tangan orang lain meski jelas2 kita kalah, masih tetap bernapas meski "menjadi kita" bukan Johny Depp.
Ada perasaan jenuh ketika saya balik ke kota ini.
Ada perasaan sakit ketika saya kembali harus kalah. Dua kali, "tertusuk" ditempat yang sama, oleh pribadi yang sama, cuma beda setting.
lalu apa yang harus saya lakukan, well, sabar part II maybe...
karena jujur, saya nggak tau harus gimana.
sepanjang hari saya lewati dengan jalan2 nggak jelas di tengah kota. Biar badan luar biasa demam, tapi hari itu saya ingin mencari cara menggeser "batu" yang menyesakan hati saya.
mungkin, diseluruh kota ini, dengan banyak manusia dan banyak kepala, mereka punya masalah masing-masing, dan mungkin level masalah saya ini masih sangat kecil. Tapi ini yang Tuhan beri, ini yang Dia pilih sebagai cara agar saya paham jawaban dari pertanyan "ketika kamu jatuh, seberapa cepat kamu bisa berdiri lagi? dan bagaimana?"
saya belajar berdiri lagi. BELAJAR. Ya, itu satu-satunya cara yang saya tau. Metode klasik yang berkali-kali membantu saya seumur hidup. Waktu nggak bisa makan, ya belajar pegang sendok, waktu nggak bisa naik sepeda, ya belajar keseimbangan, waktu nggak bisa ngerjain soal matematika, ya belajar gimana caranya minggat dari pelajaran satu itu.
dan sebarapa cepat saya belajar berdiri lagi...
adalah seberapa cepat lintasan truk itu...
sebuah truk yang melintas di jalan raya, dengan tulisan khas di pantatnya, saya kira tulisan itu tulisan klise kayak "kutunggu jandamu" ato "jaga jarak"
tapi ternyata truk yang saya lihat hari itu, lebih wise tulisannya. lebih bijak. lebih bikin saya ngakak.
Tak seburuk yang kau duga
simpel, singkat, sok romantis, bikin muntah, nggak jelas apa maksudnya...
tapi, entah kenapa hari itu, tulisan tersebut membuat saya sadar "ya, kalo truk yang bikinan orang, yang sangat rombeng dan banyak kurangnya itu masih bisa dengan PD bilang kalo dirinya tak seburuk yang kita duga, lalu gimana dengan saya? hey, im human and as i know, diciptakan Tuhan dengan berbagai materi yang menakjubkan. Kenapa harus minder? Dengan otak saya yang nggak selebar punya einstein, saya toh masih bisa menyerap rumus E=MC kuadrat-nya. Otak saya sama dengan manusia lain, sanggup menampung milyaran galaksi, sanggup menerima hal yang paling modern dan paling tradisional. Kenapa harus jatuh kalo ternyata kita adalah sesuatu yang luar biasa?"
memang terkadang kita nggak bisa jadi seperti yang kita mau, tapi itu tidak berarti kita melupakan apa-apa yang sudah kita miliki.
sebenarnya bukan karena banyak makan juga, secara anak kos...nggak mungkin bgt bisa makan sehari 7 kali. Tapi karena ada kista, jadi mesti sering-sering minum obat penyeimbang hormon gitu, jadi weh, endut. Perasaan makan juga nggak banyak-banyak amat (asli ini mah!) cuma badan tuh cepet gila melarnya. Tadinya mo di stop aja, cuma sakit, apalagi kalo lagi mo "dapet bulanan" (dapet bulanan ----> disini maksudnya bukan gajian sodara2!!) wadoooooh itu mah pernah sampe pingsan saking nggak nahannya.
Nah, berhubung saya jarang pulang, orangtua dirumah agak surprise waktu saya pulang kemaren. Padahal mah ya, kata temen2 saya "segitu mah nggak lebar kali, lo nya aja yang ribet!" tapi, nggak begitu dengan mama saya, dia dengan sarkasme nya komen sana sini soal bentuk badan.
sekali, oke lah...
dua kali, masih bisa diterima...
tiga kali, oh come on, inikan efek obat hormon nya! mau anaknya di operasi lagi?!
empat kali, "mah balik bandung dulu ya, udah puas ah liburannya" alias, "kuping saya udah cukup panas"
oke, saya tau, maksud mama saya baik
dia pengen anak sulungnya ini benar2 menjadi "perempuan" yang anggun, dan nggak serampangan. Satu hal yang dia inget2 adalah waktu saya pake kebaya dan maksa buat lari-lari, juga cara jalan saya yang menurut dia "maskulin abis!"
wajar kali ya, secara dia seorang ibu yang mulai deg2an dengan tingkat pasaran saya. Secara banyak dari temen2 saya yang udah dengan memuakkannya "jadi sarjana, kerja, dan bentar lagi merit"
saya tau dengki itu dilarang, tapi....ku bukan superstar, kaya dan terkenal... (ahahahaha apaaa seeeh) maksudnya, tapi...aku kan manusia biasa ya, yang pastiny sentimen juga kalo liat yang kayak gitu. Jadi inget masa2 keemasan dulu waktu SMP, SMA, kok kayaknya semua serba gampang, sekarang beeeeuuuh...buat bisa lulus aja setengah mampus.
dari sekian banyak hal itu, saya merasa minder dengan diri saya sendiri.
Untuk pertama kalinya, saya merasa kalah. Nggak cuma di satu bidang, tapi di banyak bidang. Saya kayak nggak punya apa-apa lagi yang bisa dibanggain. Nggak kayak si anu, nggak kayak si itu. Gituuuu terus, Sampe saya sebel sama anu dan itu.
Tipikal orangtua saya adalah tidak menunjukan rasa sayang mereka dengan gamblang malah kadang cenderung menghakimi untuk kesalahan2 kecil.
saya tau, itu tindakan preventif orang tua kepada anak, ibarat kata, kalo salah kecil aja saya dapet omelannya sampe begitu, apalagi kesalahan besar. Makanya, watch ur move!!
dan membuat saya secara tidak langsung berdiri pada sebuah kompetisi sosial bahwa si anu sudah begini, si itu sudah begitu dan saya tetap ada di level tengah (mundur enggak, maju juga jauh) adalah dengan maksud, mengajarkan saya kalau saya ini nggak lebih baik dari orang lain. Di atas langit masih ada langit, gitulah bahasa agama-nya.
berhubung anak pertama, saya inderectly, diminta untuk jadi pribadi contoh. Buat adik-adik saya nanti, dan untuk bisa bertahan sekuat-kuatnya saat saya harus menghadapi kenyataan paling menyebalkan dalam hidup: nggak dapet apa yang saya mau.
tapi kadang saya merasa sendirian kalo lagi "diajarin" seperti itu.
saya punya banyak alasan untuk menjadi seperti sekarang. Saya nggak dengan seenaknya menjadikan diri saya jadi seperti ini. Jadi telat daftar sidang, jadi agak tumbuh melebar, jadi single (saya piliha kata "single" karena itu bermakna "pilihan" daripada "jomblo" single itu pilihan, jomblo itu korban keadaan)jadi tetap berada di indonesia meski banyak dari temen saya udah terbang entah kemana tau.
siapa sih yang mau kayak gitu?
tapi inilah hidup, ini bukan surga. Saya harus bisa jadi sekreatif yang saya bisa, bikin yang asem ini jadi enak. Meski kadang, saya menangis sendirian.
Kadang itu lebih menyakitkan, saat kita harus dengan sisa-sisa tenaga terakhir, masih harus berdiri cuma biar keliatan kuat di depan orang lain. Kadang sangat menyebalkan, saat kita yang udah nyata2 kalah secara memalukan, masih harus senyum dan ngasih selamat ke pihak yang menang. Kadang sangat pengen bunuh diri, waktu kita menyadari kalo kita nggak terlahir sebagai Johny Depp ato Kate Winslet.
tapi bukannya proses menyakitkan, menyebalkan, dan pengen bunuh diri itu yang sebenarnya menguatkan kita? karena sesuatu yang tidak bisa membunuh kita, justru akan bikin kita jadi semakin kuat.
karena ternyata kita masih bisa hidup walo berdiri sempoyongan, masih bisa menjabat tangan orang lain meski jelas2 kita kalah, masih tetap bernapas meski "menjadi kita" bukan Johny Depp.
Ada perasaan jenuh ketika saya balik ke kota ini.
Ada perasaan sakit ketika saya kembali harus kalah. Dua kali, "tertusuk" ditempat yang sama, oleh pribadi yang sama, cuma beda setting.
lalu apa yang harus saya lakukan, well, sabar part II maybe...
karena jujur, saya nggak tau harus gimana.
sepanjang hari saya lewati dengan jalan2 nggak jelas di tengah kota. Biar badan luar biasa demam, tapi hari itu saya ingin mencari cara menggeser "batu" yang menyesakan hati saya.
mungkin, diseluruh kota ini, dengan banyak manusia dan banyak kepala, mereka punya masalah masing-masing, dan mungkin level masalah saya ini masih sangat kecil. Tapi ini yang Tuhan beri, ini yang Dia pilih sebagai cara agar saya paham jawaban dari pertanyan "ketika kamu jatuh, seberapa cepat kamu bisa berdiri lagi? dan bagaimana?"
saya belajar berdiri lagi. BELAJAR. Ya, itu satu-satunya cara yang saya tau. Metode klasik yang berkali-kali membantu saya seumur hidup. Waktu nggak bisa makan, ya belajar pegang sendok, waktu nggak bisa naik sepeda, ya belajar keseimbangan, waktu nggak bisa ngerjain soal matematika, ya belajar gimana caranya minggat dari pelajaran satu itu.
dan sebarapa cepat saya belajar berdiri lagi...
adalah seberapa cepat lintasan truk itu...
sebuah truk yang melintas di jalan raya, dengan tulisan khas di pantatnya, saya kira tulisan itu tulisan klise kayak "kutunggu jandamu" ato "jaga jarak"
tapi ternyata truk yang saya lihat hari itu, lebih wise tulisannya. lebih bijak. lebih bikin saya ngakak.
Tak seburuk yang kau duga
simpel, singkat, sok romantis, bikin muntah, nggak jelas apa maksudnya...
tapi, entah kenapa hari itu, tulisan tersebut membuat saya sadar "ya, kalo truk yang bikinan orang, yang sangat rombeng dan banyak kurangnya itu masih bisa dengan PD bilang kalo dirinya tak seburuk yang kita duga, lalu gimana dengan saya? hey, im human and as i know, diciptakan Tuhan dengan berbagai materi yang menakjubkan. Kenapa harus minder? Dengan otak saya yang nggak selebar punya einstein, saya toh masih bisa menyerap rumus E=MC kuadrat-nya. Otak saya sama dengan manusia lain, sanggup menampung milyaran galaksi, sanggup menerima hal yang paling modern dan paling tradisional. Kenapa harus jatuh kalo ternyata kita adalah sesuatu yang luar biasa?"
memang terkadang kita nggak bisa jadi seperti yang kita mau, tapi itu tidak berarti kita melupakan apa-apa yang sudah kita miliki.
Selasa, 26 Mei 2009
on zero point
Firstly, saya mo bilang kalo.....saya kehilangan keinginan menulis T_T entah ya, asa maleeeeessss pisan ayeuna teh! mungkin karena terlalu banyak kegiatan. Oh no! lagi2 ini yang saya jadiin jastifikasi tiap kali saya males... meskipun emang bener, tapi nggak seharusnya kegiatan yang sudah jadi bagian dari konsekuensi saya sebagai mahasiswa dan pegawai terus2an dijadiin kambing hitam. Kayaknya nggak dewasa deh. Mungkin penyebab utama adalah karena saya terlalu larut dalam euforia "menemukan"
akhirnya menemukan apa yang sekian lama saya cari dan terjebak dalam kebahagiaan yang seharusnya bisa dirayakan dengan sewajarnya.
sampai, lima hari yang lalu semuanya berubah. Duh...jangan nebak2 dulu, ini bukan masalah cinta kok. Hahaha. Kayaknya emang nggak ada sesuatu yang bisa bikin kita berubah jadi sangat romantis atau sarkastik selain cinta.
tapi bukan kok.
buat saya, ada hal lain yang lebih berpotensi bikin saya bahagia tiada tara ato senewen sampe mampus. Apakah jerawat? oh tentu tidak. kan sudah saya olesin kombantrin. Buset dah, ini jerawat apa cacing di jidat.
Lanjut, jadi ceritanya lima hari yang lalu tuh, tiba2 sesuatu yang saya punya itu ILANG DOOOONG!!!
nyeseeeeelllll....
sumpah deh, bukan karena saya sembarangan naro! tapi ilang aja gitu, mendadak gone with the wind. Udah coba saya cari kemana-mana, tapi teteup...nggak ketemu.
kangen deh...(hahaha, segitunya) abisnya tiap hari tuh sebelum beraktivitas, pasti saya ngeliatin dia dulu, kadang sampe diajak ngobrol (hahahaha) malemnya sebelum tidur, ngeliatin lagi...sampe ketiduran. Nah, sekarang ketebak. Saya punya hewan peliharaan rupanya. Hahahaha. Bukan ah. Pokoknya mah something!
Lanjut, apakah karena akhirnya saya terlalu sibuk dengan si something itu, sampe saya ngerasa kayaknya saya sama dia udah til the end do us apart...
dan disaat romantis2 itulah tiba2 dia hilang dari genggaman saya (hahaha apa seeeeh)
mmmm...mungkin memang Tuhan akan selalu menguji di titik terlemah kita. Huh...
sekarang, saya ngerasa hampaaaaaaaa....hahahha lebay. Tapi beneran deh, rasanya kosong.
bener apa kata mama saya, saat kamu lagi di titik nol, justru saat itulah biasanya kreativitas kamu berkembang. Malah pas lagi seneng, biasanya kamu lupa.
Oh, thx Mom...now i know what you mean.
akhirnya, kemaren2 saya nyoba buat ikut lomba2 lagi. seperti kebiasaan saya dulu. bukan lomba balap karung tapi....lomba nulis makalah gitu.
meski ya ampun, malesnyaaaaaaaaaa....
sampe waktu mama telpon saya ngeluh, "mah...males..." terus dinasehatin, kalo males teh jangan di jalanin, it means, kalo kamu emang nggak ada hati buat ngelakuin, apapun yang akan kamu bikin, ntar jadi nggak bermakna.
nah lho...
tapi mo dibiarin bengong juga ngapain?
saya nggak suka menikmati saat2 kayak gini. Menikmati kekalahan dan kehilangan gitu? Bok...bukannya itu malah bikin kita tambah males ya?
pengennya tuh do something again.
tapi emang, segalanya butuh proses. ibarat orang baru jatoh, pasti dia perlu sandaran dulu baru bisa lari lagi. Cuma jangan kelamaan aja sandarannya. Hehe.
saya mencoba melalui ini dengan tersenyum (kadang ngakak malah), meski sebenarnya sebagian hati saya udah nggak bisa ngerasain apa2 lagi. Mati rasa. sampe makan aja males...
tapi, nggak ada orang yang bisa menolong saya selain diri saya sendiri. Makanya, sekarang lagi banyak2 berdoa biar diberi kekuatan dan dikembalikan selera makannya.
karena dipaksain makan pas hati nggak mau, mulut nggak napsu, dan perut nggak laper itu menyedihkan sodara-sodara...
akhirnya menemukan apa yang sekian lama saya cari dan terjebak dalam kebahagiaan yang seharusnya bisa dirayakan dengan sewajarnya.
sampai, lima hari yang lalu semuanya berubah. Duh...jangan nebak2 dulu, ini bukan masalah cinta kok. Hahaha. Kayaknya emang nggak ada sesuatu yang bisa bikin kita berubah jadi sangat romantis atau sarkastik selain cinta.
tapi bukan kok.
buat saya, ada hal lain yang lebih berpotensi bikin saya bahagia tiada tara ato senewen sampe mampus. Apakah jerawat? oh tentu tidak. kan sudah saya olesin kombantrin. Buset dah, ini jerawat apa cacing di jidat.
Lanjut, jadi ceritanya lima hari yang lalu tuh, tiba2 sesuatu yang saya punya itu ILANG DOOOONG!!!
nyeseeeeelllll....
sumpah deh, bukan karena saya sembarangan naro! tapi ilang aja gitu, mendadak gone with the wind. Udah coba saya cari kemana-mana, tapi teteup...nggak ketemu.
kangen deh...(hahaha, segitunya) abisnya tiap hari tuh sebelum beraktivitas, pasti saya ngeliatin dia dulu, kadang sampe diajak ngobrol (hahahaha) malemnya sebelum tidur, ngeliatin lagi...sampe ketiduran. Nah, sekarang ketebak. Saya punya hewan peliharaan rupanya. Hahahaha. Bukan ah. Pokoknya mah something!
Lanjut, apakah karena akhirnya saya terlalu sibuk dengan si something itu, sampe saya ngerasa kayaknya saya sama dia udah til the end do us apart...
dan disaat romantis2 itulah tiba2 dia hilang dari genggaman saya (hahaha apa seeeeh)
mmmm...mungkin memang Tuhan akan selalu menguji di titik terlemah kita. Huh...
sekarang, saya ngerasa hampaaaaaaaa....hahahha lebay. Tapi beneran deh, rasanya kosong.
bener apa kata mama saya, saat kamu lagi di titik nol, justru saat itulah biasanya kreativitas kamu berkembang. Malah pas lagi seneng, biasanya kamu lupa.
Oh, thx Mom...now i know what you mean.
akhirnya, kemaren2 saya nyoba buat ikut lomba2 lagi. seperti kebiasaan saya dulu. bukan lomba balap karung tapi....lomba nulis makalah gitu.
meski ya ampun, malesnyaaaaaaaaaa....
sampe waktu mama telpon saya ngeluh, "mah...males..." terus dinasehatin, kalo males teh jangan di jalanin, it means, kalo kamu emang nggak ada hati buat ngelakuin, apapun yang akan kamu bikin, ntar jadi nggak bermakna.
nah lho...
tapi mo dibiarin bengong juga ngapain?
saya nggak suka menikmati saat2 kayak gini. Menikmati kekalahan dan kehilangan gitu? Bok...bukannya itu malah bikin kita tambah males ya?
pengennya tuh do something again.
tapi emang, segalanya butuh proses. ibarat orang baru jatoh, pasti dia perlu sandaran dulu baru bisa lari lagi. Cuma jangan kelamaan aja sandarannya. Hehe.
saya mencoba melalui ini dengan tersenyum (kadang ngakak malah), meski sebenarnya sebagian hati saya udah nggak bisa ngerasain apa2 lagi. Mati rasa. sampe makan aja males...
tapi, nggak ada orang yang bisa menolong saya selain diri saya sendiri. Makanya, sekarang lagi banyak2 berdoa biar diberi kekuatan dan dikembalikan selera makannya.
karena dipaksain makan pas hati nggak mau, mulut nggak napsu, dan perut nggak laper itu menyedihkan sodara-sodara...
Selasa, 05 Mei 2009
Setelah lama absen
Hallo everybody!!
Maaaaaafffff ya gak pernah update blog. Lagi beresin laporan akhir kerja biar bisa cepet sidang jobtre. So little time so much to do.
Nggak ada yang menarik sih selama dua minggu terakhir ini, selain menemukan sesuatu yang baru. Hemmm...apa ya?
Hahaha, rahasia. yang jelas itu bikin saya hepi.
Good news, jerawat saya berangsur-angsur ilang. Yeaahhh!!! meskipun cuma 3 biji, tapi bagi orang yang jarang jerawatan, 3 biji itu udah lebih dari cukup buat bikin saya senewen. haha, lebay...
asli ya, saya bingung aja gimana ngurusinnya. dipencet-pencet kok takut infeksi, dibiarin kok tangannya gatel pengen mencet2...haha, makanya kalo tangan gatel teh digaruk aja, bukan mencetin jerawat!
Oke, see u later ya!
mo bikin laporan lagi neh.
huhuy!!
Maaaaaafffff ya gak pernah update blog. Lagi beresin laporan akhir kerja biar bisa cepet sidang jobtre. So little time so much to do.
Nggak ada yang menarik sih selama dua minggu terakhir ini, selain menemukan sesuatu yang baru. Hemmm...apa ya?
Hahaha, rahasia. yang jelas itu bikin saya hepi.
Good news, jerawat saya berangsur-angsur ilang. Yeaahhh!!! meskipun cuma 3 biji, tapi bagi orang yang jarang jerawatan, 3 biji itu udah lebih dari cukup buat bikin saya senewen. haha, lebay...
asli ya, saya bingung aja gimana ngurusinnya. dipencet-pencet kok takut infeksi, dibiarin kok tangannya gatel pengen mencet2...haha, makanya kalo tangan gatel teh digaruk aja, bukan mencetin jerawat!
Oke, see u later ya!
mo bikin laporan lagi neh.
huhuy!!
Langganan:
Postingan (Atom)
